Seri Khusus: Kebebasan Berekspresi - 2008
oleh Naif Al-Mutawa
Dalam arikel pertama dalam seri tentang kebebasan berekspresi dalam agama, Naif Al Mutawa, pencipta serial komik 99, merenungkan seni sebagai “satu-satunya bahasa baku yang dimiliki oleh umat manusia”, dan menggali bagaimana konsep ini sejalan dengan Al Qur’an.
(Sumber: Kantor Berita Common Ground, 22 Januari 2008) 
oleh Sheikh Ibrahim Ramadan
Dalam artikel kedua seri kebebasan berekspresi ini, Sheikh Ibrahim Ramadan, yang memiliki kewenangan religius dalam hukum Islam, menganalisa ayat-ayat Qur’an yang berhubungan dengan kebebasan dan kreativitas individu.
(Sumber: Kantor Berita Common Ground (CGNews), 29 Januari 2008) 
oleh Anisa Mehdi
Dalam artikel ketiga dari rangkaian tulisan tentang kebebasan berpendapat ini, Anisa Mehdi, reporter dan produser pemenang Emmy Award, menggali bagaimana ekspresi artistik subyek-subyek keagamaan mendorong “para reporter dan audiens untuk memikirkan batasan seni dan penghinaan, dan bersama-sama mengkaji konsep-konsep agama yang dijunjung.”
(Sumber: Kantor Berita Common Ground (CGNews), 5 Pebruari 2008) 
oleh Diana Ferrero
Dalam artikel keempat seri kebebasan berekspresi ini, Diana Ferrero, seorang produser untuk Al Jazeera, membahas film dokumenternya, They Call Me Muslim, yang mengikuti naratif seorang wanita Iran yang berharap dia tidak dipaksa mengenakan jilbab, dan seorang wanita Perancis yang berharap dia bisa mengenakannya.
(Sumber: Kantor Berita Common Ground (CGNews), 12 Pebruari 2008) 
oleh Marie Korpe
Dalam artikel kelima dari seri kebebasan berekspresi ini, Marie Korpe, direktur eksekutif Freemuse, membahas seni provokatif sebagai peluang bagi dialog antara sensor dan sasaran-sasaran mereka, dan mempertimbangkan berbagai kondisi tempat ia dapat berperan sebagai momentum yang memungkinkan terjadinya pemahaman lebih besar antar masyarakat.
(Sumber: Kantor Berita Common Ground (CGNews), 19 Pebruari 2008) 
oleh Bashir Goth
Dalam artikel terakhir seri kebebasan berekspresi, penyair dan jurnalis Somali, Bashir Goth mempertimbangkan tujuan seni, dalam menyoroti perdebatan panas baru-baru ini tentang kartun Denmark yang menggambarkan Nabi Muhammad, dan masalah yang lebih luas tentang seni dan kebebasan berekspresi dalam hal hubungan Muslim-Barat.
(Sumber: Kantor Berita Common Ground (CGNews), 18 Maret 2008) 
 
 
 
 
VIDEO MINGGU INI
Saran dari penerima Hadiah Pendidikan Perdamaian El-Hibri

Dalam video ini, Kantor Berita Common Ground (CGNews) berbincang dengan penerima Hadiah Pendidikan Perdamaian El-Hibri tahun ini, Dr. Betty Reardon, dan sahabatnya, Cora Weiss, Ketua Umum Hague Appeal for Peace, untuk menanyakan apa yang bisa dilakukan oleh orang awam dan meminta nasihat mereka untuk generasi aktivis perdamaian berikutnya.
 
 
 
 
"Saya menyukai artikel-artikel yang kalian sebar luaskan karena mereka tidak selalu aman. Artikel-artikel itu mendorong pembahasan yang ada bergerak maju, tidak mengulang-ulang hal yang sama. Artikel-artikel itu membantu saya berpikir dengan cara-cara baru tentang permasalahan yang kelihatannya membutuhkan penyelesaian, permasalahan yang tidak sederhana, tetapi rumit."

- Michael Wolfe, UPF.tv
 
 
 

It takes 200+ hours a week to produce CGNews. We rely on readers like you to make it happen. If you find our stories informative or inspiring, help us share these underreported perspectives with audiences around the world.

Monthly:

Donate:

Or, support us with a one-time donation.

 
 
 
 
 
200+
 
 
# of hours per week to create one edition
 
 
8
 
 
# of editors in 6 countries around the world
 
 
30,000
 
 
# of subscribers
 
 
30
 
 
Average # of reprints per article
 
 
4,800
 
 
# of media outlets that have reprinted our articles
 
 
37,307
 
 
# of republished articles since inception
 
 
6
 
 
# of languages CG articles are distributed in
 
 
2000+
 
 
# of writers since inception
 
 
'
Edisi Khusus Arsip