Hubungan Muslim-Barat
 
Dalam edisi ini  
23 - 29 Juli 2010
oleh Bilal Y. Saab
Bilal Y. Saab, mahasiswa doktoral dan asisten dosen di Jurusan Pemerintahan dan Politik, University of Maryland, College Park, membahas potensi reformasi politik di Mesir sebagai dampak kemitraan yang mungkin terjadi di antara para aktor politik dalam pemilu parlemen dan presiden mendatang.
(Sumber: Kantor Berita Common Ground (CGNews), 23 Juli 2010)
oleh Luther Kembaren
Wartawan Jurnal Nasional, Luther Kembaren, membeberkan sejumlah faktor yang menyebabkan kekerasan bernuansa agama dan etnis di Indonesia, dan mengajak semua elemen masyakarat Indonesia– termasuk pemerintah dan media– untuk memberdayakan kelompok agama minoritas.
(Sumber: Kantor Berita Common Ground (CGNews), 23 Juli 2010)
oleh Amina Rasul dan Qamar-ul Huda
Amina Rasul, salah satu pendiri Muslim Women Peace Advocates dan Qamar-ul Huda, Pelaksana Program Senior di US Institute of Peace, menjelaskan bagaimana kurikulum pendidikan perdamaian Islam digunakan di berbagai lembaga pendidikan di seluruh dunia untuk memerangi ekstremisme dan intoleransi.
(Sumber: Kantor Berita Common Ground (CGNews), 23 Juli 2010)
oleh Sanna Negus
Pengarang dan koresponden YLE Finnish Broadcasting Company, Sanna Negus, menjelaskan mengapa, alih-alih menulis kehidupan sebagai orang asing di Mesir, ia memilih menyoroti orang-orang luar biasa di Mesir yang menginspirasinya untuk menulis buku baru, Hold on to Your Veil, Fatima!
(Sumber: Kantor Berita Common Ground (CGNews), 23 Juli 2010)
oleh Reuven Firestone
Reuven Firestone, guru besar Islam dan Yudaisme Abad Pertengahan di Hebrew Union College, berduka cita atas meninggalnya cendekiawan kenamaan Nashr Hamid Abu Zayd, dan berharap kepergiannya menginspirasi dukungan bagi para cendekiawan Muslim di mana pun.
(Sumber: Jewish Journal, 9 Juli 2010)
 
 
 
Bloger bulan ini
 
 
 
 
 
 
EDISI KHUSUS
 
 
 
 
 
ARSIP ARTIKEL
 
 
 
 
 
PANDANGAN KAUM MUDA